Malang – SMA Widya Dharma Turen terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran berbasis keterampilan melalui Program Double Track, salah satunya pada bidang Tata Busana. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguasai keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal dalam dunia kerja maupun kewirausahaan.

Kegiatan praktik dilaksanakan di Laboratorium Tata Busana SMA Widya Dharma Turen, yang didampingi langsung oleh Ibu Zaimatus selaku guru pembimbing Double Track Tata Busana. Dalam setiap pertemuan, peserta didik dibimbing untuk mengenal berbagai teknik dasar tata busana, mulai dari pengenalan alat dan bahan, penggunaan mesin jahit, hingga proses pembuatan produk busana secara bertahap.

Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan penuh antusias. Peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik menjahit, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dengan bimbingan guru pendamping. Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar mengembangkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas dalam menghasilkan karya yang rapi, menarik, serta memiliki nilai jual yang tinggi.

Selain mengasah kemampuan teknis, Program Double Track Tata Busana juga menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam setiap proses pembelajaran. Peserta didik diajak untuk memahami bahwa menghasilkan sebuah karya busana yang berkualitas memerlukan perencanaan, ketekunan, serta perhatian terhadap setiap detail pekerjaan.

Melalui praktik secara berkelanjutan, peserta didik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi yang dimiliki sehingga memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha maupun sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Pembelajaran ini juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengeksplorasi minat dan bakat di bidang tata busana.

Program Double Track Tata Busana menjadi salah satu wujud nyata komitmen SMA Widya Dharma Turen dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan vokasional. Dengan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif, sekolah berharap peserta didik mampu tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Bagikan Artikel: