Malang – Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pemanfaatan AI tidak lagi dipandang sebagai sekadar tren, melainkan sebagai salah satu sarana yang dapat mendukung guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Menyadari pentingnya peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadapi transformasi tersebut, SMA Widya Dharma Turen menyelenggarakan Workshop Implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru di Era Digital. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam membekali para guru dengan keterampilan memanfaatkan teknologi secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 08 Juli 2026 diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tahun Pelajaran 2026/2027 sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
Workshop ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara efektif, etis, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan AI sebagai alat bantu dalam menyusun perangkat pembelajaran, sehingga proses perencanaan pembelajaran menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas maupun kreativitas guru sebagai pendidik.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMA Widya Dharma Turen, Bapak Iswanto, S.Kom., yang sekaligus menjadi narasumber utama dalam workshop tersebut. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat memberikan layanan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
Menurut beliau, pemanfaatan Artificial Intelligence bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai mitra yang dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan tugas profesional. Guru tetap memegang peranan utama dalam merancang pembelajaran, menanamkan nilai-nilai karakter, membimbing peserta didik, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.
"AI bukanlah pengganti peran guru, melainkan alat yang dapat membantu guru bekerja lebih efektif. Kreativitas, nilai-nilai karakter, serta interaksi antara guru dan peserta didik tetap menjadi bagian terpenting dalam proses pendidikan," ujar Bapak Iswanto dalam sambutannya.
Dalam sesi materi, Bapak Iswanto, S.Kom. menjelaskan berbagai peluang pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, mulai dari penyusunan modul ajar, tujuan pembelajaran, asesmen, rubrik penilaian, bahan ajar, media presentasi, hingga pembuatan soal yang selaras dengan capaian pembelajaran. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kemampuan guru dalam menyusun prompt yang tepat agar hasil yang diperoleh dari AI sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan tetap memenuhi prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.
Tidak hanya berisi penyampaian materi, workshop juga menghadirkan sesi praktik secara langsung. Para peserta diajak mencoba berbagai pemanfaatan AI untuk membantu menyusun perangkat pembelajaran sesuai mata pelajaran masing-masing. Dengan pendampingan selama praktik, guru dapat melihat bagaimana AI mampu membantu mempercepat proses administrasi pembelajaran sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.
Selain aspek teknis, workshop juga membahas etika penggunaan Artificial Intelligence di lingkungan pendidikan. Para Guru diingatkan bahwa setiap informasi atau materi yang dihasilkan AI perlu dikaji kembali, disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, serta diverifikasi kebenarannya sebelum digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, pemanfaatan AI tetap mengedepankan integritas akademik, profesionalisme guru, dan kualitas pembelajaran.
Suasana workshop berlangsung aktif dan interaktif. Para guru antusias mengikuti setiap sesi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta berdiskusi mengenai peluang maupun tantangan penerapan AI dalam kegiatan pembelajaran. Antusiasme tersebut menunjukkan semangat seluruh pendidik SMA Widya Dharma Turen untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kompetensi seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.
Melalui workshop ini, SMA Widya Dharma Turen terus berkomitmen dalam membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Diharapkan, kompetensi digital yang dimiliki para guru akan semakin meningkat sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital.