Malang – Dalam upaya mengenalkan dan melestarikan kebudayaan daerah kepada generasi muda, siswa kelas XI SMA Widya Dharma Turen melaksanakan kegiatan praktik upacara adat Temu Manten sebagai bagian dari pembelajaran budaya Jawa. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk memahami tradisi pernikahan adat Jawa secara lebih mendalam melalui pengalaman belajar secara langsung, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.
Kegiatan praktik dilaksanakan di lapangan basket SMA Widya Dharma Turen mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Suasana pembelajaran berlangsung dengan mengedepankan pengalaman praktik sebagai bentuk penerapan materi yang telah dipelajari. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal tata cara pelaksanaan upacara adat Temu Manten, memahami urutan prosesi, serta mempelajari berbagai unsur yang menjadi bagian penting dalam tradisi pernikahan masyarakat Jawa.
Temu Manten merupakan salah satu tradisi dalam rangkaian pernikahan adat Jawa yang memiliki nilai budaya dan filosofi kehidupan. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol pertemuan kedua mempelai, tetapi juga mencerminkan harapan, doa, dan nasihat bagi pasangan yang akan membangun kehidupan rumah tangga. Setiap tahapan prosesi memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan tanggung jawab, kesetiaan, keharmonisan, serta penghormatan terhadap keluarga.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran melalui praktik memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan penyampaian materi secara teoretis di dalam kelas. Siswa dapat melihat dan memahami bagaimana suatu tradisi dilaksanakan, mengenali peran yang terdapat dalam prosesi, serta mempelajari makna yang terkandung di balik simbol-simbol budaya. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga berkembang melalui pengalaman dan keterlibatan secara langsung.
Selain memperkaya wawasan kebudayaan, kegiatan praktik Temu Manten juga menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai keterampilan siswa. Proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan dapat melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, membangun tanggung jawab, serta menghargai peran masing-masing dalam sebuah kegiatan bersama. Siswa juga belajar bahwa pelaksanaan upacara adat membutuhkan pemahaman terhadap tata cara, ketelitian, dan sikap menghormati nilai-nilai yang diwariskan oleh masyarakat..
Melalui praktik upacara adat Temu Manten, SMA Widya Dharma Turen berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan identitas budaya siswa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam mengenalkan, merawat, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Diharapkan, pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan praktik ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk terus mengenal dan menghargai tradisi daerahnya. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya di tengah masyarakat yang terus berubah.
Melalui pembelajaran yang memadukan pengetahuan dan praktik, siswa kelas XI SMA Widya Dharma Turen diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian kebudayaan bangsa.